Saturday, May 13, 2017

Webseries TwiRies The Series Behind The Scene Part 1

Share & Comment



Rencana bikin webseries tentang anak kembar berjudul “TwiRies: Twin Diaries” ini sebenernya udah dari tahun 2014. Tepatnya sejak buku personal literature “TwiRies: The Freaky Twin Diaries” diluncurkan. Buku ini bercerita tentang kisah pengalaman nyata si kembar Eva Sri Rahayu dan Evi Sri Rezeki. Karena bukunya pun kental unsur komedinya, maka webseries TwiRies dibuat menjadi komedi situasi. Maksudnya sih biar kampanye tentang pengetahuan anak kembarnya disampaikan dengan ringan, berisi, dan menghibur. Inti dari kampanyenya sendiri kepengin memberi gambaran bahwa anak kembar bukan terdiri dari si jahat dan si baik, tapi seperti manusia umumnya yang keduanya memiliki sisi baik dan buruk. Lalu ada juga cerita-cerita yang menjawab pertanyaan seputar hal-hal unik tentang anak kembar, seperti “Kenapa anak kembar suka sakit barengan”. Akhirnya webseries ini terwujud juga setelah ter-pending dua tahun, berkat Smartfren yang cukup concern mendukung karya anak-anak muda. 

Eva dan Evi memegang buku TwiRies
            Proses pembuatannya dimulai dengan brainstorming antara si kembar Eva-Evi dengan penulis skenario sekaligus sutradaranya yaitu Willy Sabdo Widiyanto. Rencananya season pertama ini terdiri dari 4 episode. Biasa, ritual brainstorming selalu menguras... makanan. Eng, maksudnya menguras energi, makanya butuh makanan. Maka setelah menghabiskan bergelas-gelas kopi, dua piring penuh gorengan, dan waktu seharian, akhirnya selesai juga konsep skenarionya. Sambil bayang-bayangin juga buat cerita season-season selanjutnya. Tolong... tolong aminkan bisa sampai banyak season ya, Creator.
 
Latihan bareng Pak Sutradara
            Habis itu, naskah dikerjain Willy, baru buat revisi-revisi atau tambah-tambahin ini itu sama Eva dan Evi. Jarak antara selesai skenario sama jadwal syuting sebenernya ada sekitar dua mingguan, waktu yang cukup buat menghafal naskah. Tapi dasar aja Eva-Evi penyakit ‘menggemaskannya’ gak sembuh-sembuh, dengan alibi sibuknya itu jadi enggak ngafalin naskah. Hadeuh! Ternyata karena ada masalah teknis, waktu syuting pun dipercepat beberapa hari. Itu bikin si kembar kelimpungan karena belum hafal skrip. Untungnya sempet latihan dulu sekali. Terima kasih pada Pak Sutra yang memaksa mereka latihan. 

Baca juga Perkembangan Web Series Indonesia
 
          H-1, tim Epic sudah menginap di lokasi, yaitu Vila Bupati91. Tempatnya asli indah dan nyaman. Nah, malam sebelum syuting itu, Pak Sutradara ngelatih Eva-Evi mati-matian. *puk-puk Pak Sutra* Selain persoalan intonasi, blocking juga peer banget. Karena itu kali pertama juga langsung orientasi tempat. Tapi tenang, Pak Sutra udah punya gambaran lengkap di kepalanya. Syukurlah lancar latihannya, meskipun kalau dari tampangnya Pak Sutra sih masih gemes-gemes kepengin ngebenerin akting si kembar. Malam itu jadi malam yang panjang, sehabis latihan, kedua aktris juga ‘ditatar’ sama bagian wardrobe dan makeup artist-nya, Shita Kancana Larasati. Sementara Pak Sutra koordinasi sama bagian peralatan, Dede Maulana Yusuf. Niat hati kepenginnya semua crew tidur cepet karena mau syuting pagi, akhirnya dini hari baru bisa bobo-bobo ‘enggak’ cantik, yah namanya mereka tidur pake gaya free style yang jauh dari keindahan XD Masih untung sih enggak ada yang ngorok.

Briefing pagi
            Pagi pun datang dengan cepat. Camera person sekaligus director of photography, Ivan Irianto, datang ke lokasi nyubuh. Ivan, Willy, dan Dede lalu briefing sambil menunggu Eva dan Evi di-makeup. Hari beranjak siang saat syuting dimulai. Buat satu adegan, butuh take beberapa kali buat menghasilkan angle-angle terbaik. Sampai sini Eva dan Evi enggak banyak melakukan kesalahan. Fiuuh, syukurlah. Meskipun ya... tetep ada ‘meskipun’ ternyata, Pak Sutra masih ngarahin beberapa intonasi yang kurang pas. Selesai take di satu lokasi, crew mempersiapkan lokasi lainnya. Sementara kedua aktris ganti baju dan bebenah makeup. Selama syuting, ada dua crew lain yang bertugas mendokumentasikan behind the scene. Satu orang bikin video, satu lagi mengambil foto. Dua orang itu Wildan Fathoni dan Rizky Wahyudi. Enggak lupa juga, Epic berbagi cerita di media sosial. Boleh loh kepoin tagar #TwiRiesTheSeries di twitter dan Instagram Epic. Tentunya pakai jaringan 4G Smartfren yang kencang dan stabil itu.



Demi totalitas pengambilan gambar, semuanya baru bisa makan siang. Makannya pada lahap banget soalnya disuguhin mie enak dari Mie Roemah, untung enggak rebutan XD Suasana syuting cukup menyenangkan karena semua crew terdiri dari manusia-manusia kocak. Jadi pas rehat gitu, kita semuanya ketawa-ketawa sampai kejengkang. Tapi pas mulai syuting lagi, balik lagi ke mode serius. Bukan berarti enggak ada mist atau clash sama sekali, ya namanya juga kerja tim pasti ada aja masalah, tapi bisa selesai dengan cepat, dan semua kembali happy.


Dalam satu hari, Epic kejar target dua episode. Jadi jadwalnya padat merayap kayak mobil lagi terjebak macet berjam-jam. Episode satu belum kelar ketika kita mulai ngambil gambar buat episode dua. Buat efektivitas, syutingnya dijadwal sesuai sama lokasi yang dipakai. Jadi Epic kelarin dulu semua pengambilan gambar yang membutuhkan set di luar ruangan. Abis magrib, syuting episode 2 dimulai. Nah ini... Eva yang biasanya kebagian dialog pendek-pendek, di episode 2 jadi panjang-panjang, akibatnya Eva dialognya gak lancar-lancar, bener-bener membangkitkan emosi jiwa :D Jadilah adegan pertama episode 2 itu di-take berulang-ulang. Ketika akhirnya kelar, semua crew tampak kepengin syukuran 7 hari 7 malam sekalian ngeruwat Eva.



Pindah ke lokasi dalam rumah, Epic ngelarin adegan-adegan episode 1. Kali ini kedua aktris lancar-lancar. Maju ke sesi selanjutnya yang ternyata pas liat jam udah... tengah malam! Pengambilan gambar di set kamar buat episode 4. Yup, ini loncatnya agak jauh ya dari episode 1 ke 4. Biar semua crew tetep melek, disiapin deh kopi Mang Japra yang nikmat itu. Malah pada jadi belajar bikin kopi di sela rehat. Pada belajar sama Evi yang awalnya manusia satu-satunya yang bisa bikin kopi. Lumayan bikin mata terjaga. Loncatan itu ke adegan si kembar sakit. Itu ya... tolong... Evi akting bersinnya menggemaskan, bikin bola mata otomatis memutar saking gemesnya. 


Tahu-tahu udah jam setengah 2 pagi aja. Namanya manusia kekuatannya ada batasnya, rencananya masih mau take satu adegan lagi, tapi ngeliat energi crew udah terkuras habis. Akhirnya Epic mutusin buat memindahkan jadwalnya ke... hari itu juga sih berhubung udah ganti hari, tapi paginya aja. Setelah beresin set, semua crew enggak lama tampak pindah ke alam mimpi. 


Kepengin tahu hasilnya? Coba tonton deh di sini:


Terima kasih pada Smartfren yang telah menjadi partner mewujudkan TwiRies The Series

logo smartfren
Tags: , , , , , , ,

Written by Epic Creative House

Epic Creative House adalah perusahaan yang bergerak di bidang jasa kreatif, seperti video, foto, desain grafis, dan event organizer.

2 komentar:

  1. Aaaaaak keren bangeeet.. Aku pasti nonton. Hhihihihii.Aku baru sekali ketemu mak Eva, dan cantik banget ternyata aslinya.. Apalagi kalo ketemu bareng mak Evi juga yaaa.. Ya ampun pasti dobel cantiknya yaaahhhh

    ReplyDelete
  2. hehe keren banget videonya kak
    totalitas , di tunggu video berikutnya kak

    jngan lpa back ya kak di Y U K G A S dot id

    ReplyDelete

 

Photo & Video Documentation

Photo Booth

Photo Booth photo Photo-Booth.png

Recent Posts

Why Choosing EPIC?

We are trustworthy, creative, innovative, and dynamic
Copyright © Epic Creative House | Designed by Templateism.com