Tuesday, February 24, 2015

Dasar-dasar Penggunaan Kamera Bagian 2

Share & Comment
Hai Creators, Epic mau melanjutkan bahasan kita tentang dasar-dasar penggunaan kamera. Sebaiknya, Creators refresh lagi dengan membaca Dasar-dasar Penggunaan Kamera Bagian 1

Dasar-dasar penggunaan kamera
Dasar-dasar penggunaan kamera

Jenis Pengambilan Gambar
Untuk sampai kepada kesan dramatis yang dapat diciptakan oleh sebuah kamera, maka Creators harus memahami prinsip dan teori dasar dalam pengambilan gambar. Meskipun banyak hal yang berpengaruh dalam proses pengambilan gambar, namun ada dua prinsip mendasar yang harus Creators pahami, yaitu tentang jenis pengambilan gambar dan angle kamera.

Berikut ini beberapa jenis pengambilan gambar yang sering digunakan:

Wide Shot atau Long Shot
Jenis pengambilan gambar yang diambil dari kejauhan. Biasanya digunakan sebagai frame pembuka dalam sebuah rangkaian frame dalam video. Namun jenis ini tidak popular dalam video-video yang terdapat dalam internet, karena dengan pengambilan gambar yang luas akan banyak detail yang tertangkap. Dalam layar komputer, sangat sulit untuk melihat atau memperhatikan video dengan detail yang banyak, meskipun telah memakai mode full screen.

Contoh wide shot atau long shot
Contoh wide shot atau long shot

Full Shot
Jenis pengambilan gambar yang mengambil subjeknya secara utuh. Misalnya gambar seseorang yang diambil mulai dari kepala sampai ujung kaki. Full shot sebenarnya termasuk jenis long shot namun memiliki frame yang lebih frame yang lebih sempit dari wide shot. Pengambilan gambar ini masih menangkap banyak detail sehingga kurang cocok untuk ditempatkan dalam situs blog.
 
Contoh full shot
Contoh full shot

Close-up
Pengambilan gambar yang dimulai dari batas leher hingga subjek ke atas ini adalah jenis yang paling sesuai jika ditempatkan dalam internet. Di sini, wajah subjek merupakan fokus yang utama.

Contoh close up
Contoh close up

Pengaturan Angle dan Ketinggian Kamera
Berikut ini beberapa jenis angle dan tinggi kamera yang perlu Creators perhatikan:

Eye Level
Penempatan kamera yang disejajarkan dengan mata sehingga ketika menontonnya para penonton terkesan dapat berkomunikasi langsung dengan subjek. Jenis inilah yang sering digunakan pada video harian yang diambil dari sebuah webcam.

Contoh eye level shot - sumber

High Angle
Menempatkan kamera di atas subjek untuk menghasilkan gambar dengan perspektif “melihat ke bawah”. Efek dramatis yang diperoleh dari angle ini dapat membuat subjek memiliki karakter yang lemah.

Contoh high angle
Contoh high angle - sumber

Low Angle
Menempatkan kamera di bawah subjek untuk menghasilkan gambar dengan perspektif “melihat ke atas”. Efek dramatis yang diperoleh dari angle ini dapat membuat subjek memiliki karakter yang kuat atau jahat.

Contoh low angle
Contoh low angle - sumber

Oblique Angle
Penempatan kamera dengan sudut yang miring untuk menghasilkan gambar dengan perspektif yang tidak biasa.

Contoh oblique angle
Contoh oblique angle - sumber

Merekam Audio dengan Kualitas Bagus
Sebuah kamera video ataupun kamera ponsel, dapat merekam audio secara otomatis selama proses pengambilan gambar. Namun kualitasnya tidak terlalu bagus. Untuk memperoleh audio dengan kualitas bagus, ada dua hal yang harus diperhatikan, pertama situasi di lokasi pengambilan gambar dan peralatan audio itu sendiri.

Tentunya Creators harus menghindari lokasi pengambilan gambar yang terlalu bising, jika tidak ingin terdengar suara-suara tidak penting dalam video Creators. Misalnya suara AC, mobil, pesawat terbang, lalu lintas, suara bising kota, dan lain sebagainya. Gunakan suara bising tersebut hanya jika memang Creators membutuhkannya dalam sebuah adegan. Agar Creators memiliki kepekaan terhadap audio yang terekam oleh kamera sebaiknya gunakanlah headphone. Dengan begitu Creators dapat menyesuaikan level dan intensitas audio yang masuk.

Microphone shotgun
Microphone shotgun - sumber


Meskipun pada setiap kamera biasanya memiliki microphone yang dibuat built-in di dalamnya, namun alat ini malah akan menurunkan kualitas audia Creators. Microphone yang built-in dalam kamera memang didesain untuk menangkap suara dari berbagai arah (omnidirectional), oleh karena itu ia akan menangkap segala macam suara yang ada di lokasi, termasuk suara bising yang mungkin malah menutupi suara dari bintang video Creators. Nah, untuk mengurangi suara-suara yang tidak diperlukan, sebaiknya Creators menggunakan microphone tambahan, misalnya yang berupa pena, klip, atau shotgun, agar Creators bisa mendapatkan suara dari para pemain dengan jelas.

Sumber: Buku “Teknik Cepat Membuat Video Blog”, Jubilee Enterprise
Tags: , , , , , , , , , , , , ,

Written by Epic Creative House

Epic Creative House adalah perusahaan yang bergerak di bidang jasa kreatif, seperti video, foto, desain grafis, dan event organizer.

0 komentar:

Post a Comment

 

Photo & Video Documentation

Photo Booth

Photo Booth photo Photo-Booth.png

Recent Posts

Why Choosing EPIC?

We are trustworthy, creative, innovative, and dynamic
Copyright © Epic Creative House | Designed by Templateism.com