Thursday, December 18, 2014

Kamera Lubang Jarum (Pinhole Camera)

Share & Comment
Kamera Lubang Jarum (Pinhole Camera)
Credit
Creators, setelah Epic membahas tentang kamera secara umum di dua pekan kemarin. Kali ini Epic akan sharing tentang jenis kamera yang pertama kali digunakan oleh manusia yang menjadi konsep dasar alat–alat pencitraan gambar masa kini.


Creators sudah sering melihat dalam kehidupan sehari–hari sebuah gambar tercipta oleh bentukan alam melalui celah kecil yang tercipta secara natural, dan sudah banyak juga manusia yang meneliti hal tersebut semenjak zaman dahulu kala.


Kamera Lubang Jarum (Pinhole Camera)
Credit
Foto pertama yang diambil menggunakan kamera lubang jarum merupakan hasil kerja ilmuwan Scotland bernama Sir David Brewster pada tahun 1850, dan teknik yang ia gunakan mulai terus dikembangkan sepanjang akhir abad 19. Hingga pada akhirnya  lensa ditemukan, dan dirasa lebih memberikan outline yang tegas dan tajam terhadap hasil gambar yang diciptakan. Sehingga kamera lubang jarum ditinggalkan hingga pada akhir tahun 1960. Beberapa seniman mulai menggunakan konsep kamera lubang jarum yang membangkitkan kembali ketertarikan orang terhadap instrument sederhana fotografi ini dan bertahan hingga hari ini loh, Creators.

Kamera lubang jarum, atau disebut juga Camera Obscura atau kamar gelap adalah model alat sederhana pencitraan gambar yang berbentuk kotak tertutup. Di salah satu sisinya kita dapat melihat lubang kecil yang menjadi tempat masuknya cahaya yang mana melalui propagasi bujur sangkar cahaya membuat gambar dari sisi berlawanan dari kotak tersebut.

Kamera Lubang Jarum (Pinhole Camera)
Credit
Kamera lubang jarum bekerja menggunakan prinsip yang sangat sederhana. Coba Creators bayangkan sedang berada di dalam ruangan yang sangat gelap dan ada lubang kecil disana, lalu rekan Creators sedang memegang senter dari luar ruangan kemudian mengarahkan senternya dari berbagai sudut ke lubang tersebut. Creators akan melihat cahaya berdatangan dari berbagai sudut di dalam ruangan. Apabila Creators memperhatikan sisi berlawanan dari lubang tersebut, maka Creators akan melihat titik cahaya yang bergerak–gerak sesuai dengan pergerakan senter yang dipegang oleh rekan Creators. Makin kecil lubang yang dibuat maka makin tajam dan fokus cahaya yang muncul.

Sekarang coba Creators bayangkan apabila ruangan tersebut dipindahkan ke tempat dengan pemandangan yang indah. Creators akan melihat bentuk terbalik dari pemandangan tersebut. Setiap titik cahaya yang masuk dari lubang tersebut membentuk sebuah pencitraan, sama halnya dengan rekan Creators tadi yang menggerak–gerakan cahaya senter. Perbedaanya adalah saat ini setiap cahaya masuk secara bersamaan ke dalam lubang jarum sehingga membentuk sebuah gambar. Hasilnya mungkin akan sangat redup, namun Creators masih tetap dapat melihatnya apabila ruangan tersebut benar–benar gelap.

Lubang jarum dalam kamera lubang jarum berperan sebagai lensa. Lubang jarum memaksa setiap cahaya yang terpancar untuk membentuk satu titik yang fokus ke arah film, sehingga menciptakan gambar yang tajam. Alasan utama kamera normal pada umumnya menggunakan lensa ketimbang lubang jarum adalah karena lensa memberikan jalan masuk yang lebih besar kepada cahaya untuk menyentuh film, sehingga film dapat terekspos cahaya dengan lebih cepat.

Sebagai penutup, berikut tutorial membuat kamera lubang jarum yang sederhana, semoga bermanfaat dan selamat mencoba ^^.

Kamera Lubang Jarum (Pinhole Camera)
Credit

Tags: , , ,

Written by Epic Creative House

Epic Creative House adalah perusahaan yang bergerak di bidang jasa kreatif, seperti video, foto, desain grafis, dan event organizer.

0 komentar:

Post a Comment

 

Photo & Video Documentation

Photo Booth

Photo Booth photo Photo-Booth.png

Recent Posts

Why Choosing EPIC?

We are trustworthy, creative, innovative, and dynamic
Copyright © Epic Creative House | Designed by Templateism.com